Chapter I : Shah Rukh Khan KW

shahrukh_khan_by_sonra

https://sonra.deviantart.com

Jalan  yang Nampak ramai tidak menyurutkan nyaliku untuk membawa ngebut mobilku, sesekali bunyi klakson dari pengendara lain yang merasa terganggu dengan cara mengemudiku tidak ku hiraukan. Kalau digambarkan aksi kebut-kebutan  film Duke Of Hazzard bisa mewakili aksi ku kali ini. Mungkin pengemudi yang lain tidak tahu bahkan tidak akan pernah tahu apa yang terjadi terhadap si pengemudi yang dianggapnya sinting.

Tidak ada lagi yang ku hiraukan saat ini, diriku, keselamatanku, bahkan nyawaku sekalipun. Alam sadarku mengembara entah kemana menumpulkan semua indra yang dapat menyadari keadaan,  yang ada hanya tumpukan kemarahan yang selama ini kutekan dan siap untuk kuledakan. Ulu hatiku  terasa di tekan oleh  benda yang sangat berat, menimbulkan sesak nafas yang membuatku sulit sekali keluar dari keadaan ini. Air mataku perlahan menetes,  kemudian bercucuran menghalangi penglihatanku. Untung jalan mulai sepi karena hari memang sudah beranjak malam, tapi ku tidak tahu ini daerah apa. dari tadi  ku hanya mengikuti jalanan tanpa tahu arah yang ku tuju. Yang ku saksikan di kanan dan kirinya adalah taman-taman bunga yang tertata rapi menyembunyikan bangunan-bangunan atau lebih tepatnya rumah-rumah mewah yang sepertinya tidak ingin terekspose dari dunia luar. kalau keadaannya tidak seperti saat ini aku akan serta merta mengaguminya.

Ku hentikan mobilku di depan salah satu café yang tempatnya cukup menggoda siapapun yang melewatinya. Terletak diantara perkebunan strawberry yang siap untuk dipanen. Dibelakangnya terhampar pemandangan perkebunan strawberry dan taman-taman bunga yang tambah eksotis disinari lembayung merah dari matahari yang mulai undur pamit.  Di depannya tertulis “loza café”.

Ku menyalakan radio mobil dan terdengar  lagu yang cukup familiar ditelingaku :

if you’re not the one then why does my soul feel glad today?

if you’re not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call
If you are not mine would I have the strength to stand at al
I never know what the future brings

But I know you are here with me now

Well make it through  And I hope you are the one I share my life with

“ahhhh!” ku tekan tombol  off sekeras-kerasnya, air mataku deras mengalir tatkala teringat percakapan dengan ibu tadi malam.

 “ibu tidak bisa berbuat banyak Danish” kata-katanya yang sendu diiringi air mata yang mengalir  memperlihatkan ketidakberdayaan yang amat sangat. Ku terdiam, mataku menatap mata kaki yang terus bergerak menyapu karpet  biru di samping ranjang. Ku tak mau berpikir, tidak juga menangis, ku tak tahu harus berbuat apa. Ibu menatap ke kejauhan lewat jendela yang memperlihatkan pemandangan malam kota Jakarta, dia  berdiri membelakangiku. Ku tahu, itu untuk menyembunyikan tangisannya, kesedihannya, dan ketidak berdayaannya menghadapi keadaan ini.

“ibu tahu kamu kecewa  mendengar kenyataan ini” ibu terus berkata tanpa menoleh kepadaku.

“kamu boleh menyalahkan ibu, boleh! Tapi satu hal yang ibu minta darimu, jangan pernah kau menyalahkan ayahmu. Dia berbuat seperti ini hanya untuk membuat hidupmu bahagia” Isak tangisnya masih terdengar disela-sela perkataannya.

“kenapa ibu baru cerita sekarang?” tatapanku masih menunduk dan tertuju pada jempol kaki yang mengais –ngasis karpet dibawah ranjang. Ibu diam sejenak, ku berpikir ibu sedang memikirkan kata-kata yang tepat untuk disampaikan kepadaku. Karena ibuku sudah mengira aku akan menolak semua yang diharapkannya .

“ibu menunggu waktu yang tepat Danish”

“apa ibu pikir sekarang waktu yang tepat?”tak pernah aku berbicara pada ibuku sekeras barusan. Tapi luapan amarah menguasai hatiku, membutakan semua inderaku dan mengunci dalam dalam rasa hormat pada ibuku. Kulihat bahunya menegang, mungkin karena perkataanku. Dia membalikan badannya, menghampiriku. Dia duduk disampingku kemudian memegang tanganku.

Ah………….!haruskah seperti ini hidupku, menikah dengan orang yang sama sekali tidak ku cintai bahkan tidak aku kenal. Ku kira kisah perjodohan hanya ada di sinetron-sinetron yang minta ampu………n norak nya. Kalau di sinetron sih yang dijodohin biasanya bener-bener jadi cinta, ya iyalah wong cowok nya Tomy Kurniawan. Dalah gua! Bayangannya pun kagak tau seperti apa.

Ku memutuskan masuk ke dalam kafe disambut pelayan yang super ramah menyapanya seolah-olah tahu kalau konsumen yang satu ini sedang galau.

“I know….i know”

Klik

Suara telepon ditutup, agak tergesa-gesa

“masih seperti dulu, tidak pernah berubah” tampak wanita tua itu menarik nafas panjang, bahkan sangat panjang. Tatapan matanya menyiratkan kekesalan dari pembicaraan barusan. Perkataan anaknya membuatnya merasa khawatir dan takut.

Wanita tua itu tampak mengerutkan dahinya memikirkan sesuatu, sesuatu yang jauh dari jangkauannya. Mengais-ngais sisa ingatan yang tertumpuk kusut karena lama tertimbun usia, memilin-milin kemudian menyatukannya.

Tiba tiba matanya bersinar, pandangannya lurus menemukan sesuatu yang sedari tadi dicarinya. Lalu perempuan itu menghampiri meja telpon lagi dan memijit nomor yang sama.

“ada apa lagi mom?”. Terdengar suara lelaki muda yang tampaknya masih sangat marah. Suaranya ditekan agar tak terdengar marah. Tapi wanita tua ini sudah lama mengenal anaknya, tau apa yang dirasakan anaknya.

“ibu tidak akan memaksa mu lagi, tapi pulanglah, mami kangen ama kamu” suara perempuan ini berat, tak dibuat-buat. Matanya tertutup membiarkan airmatanya perlahan lahan keluar dari kelopak matanya. Ia tahu ini salah.

“really?”

Tampak suara laki-laki di seberang sana tak percaya dengan apa yang dikatakan wanita tua itu.

“yah…….pulanglah”

Klik

Telepon ditutup.

ku memilih meja yang terletak paling ujung, selain cahaya lampu yang tidak begitu terang, dari sana penglihatan dapat dengan jelas menelanjangi pemandangan dibawahnya. Daerah Lembang namanya. Ternyata hasil dari pelarianku bisa sejauh ini. ku memesan segelas coffe dingin dengan gula ekstra. Pelayan sampai terheran-heran mendengar pesananku. Di udara Lembang yang begini dinginnya ku masih menginginkan minuman favorit yang ku sendiri tidak tahu kapan menyukainya. Cuman ku sangat menyukainya

Sambil menunggu ku melihat sekeliling. Belum begitu banyak pengunjung hanya beberapa meja yang terisi. Kebanyakan pasangan muda, memang di caffe seperti ini enaknya membawa pasangan, beromantis ria, sambil mengumbar janji-janji manis yang membuat pasangan tersipu yang sebenarnya si perayu tidak tahu apakah bisa menepatinya atau tidak.

Hati ku kembali merasa teriris.  ku hanya seorang mahasiswa psikologi tingkat akhir yang lagi mumet-mumetnya mikirin judul skripsi. yang memiliki cita-cita lulus Cum Laude dan dapat mengunjungi Negara India sebelum menikah. Mungkin Obsesi pada Shah Rukh Khan dan Tajmahal yang membuatku ngebet pengen pergi ke india. Sebenarnya masih banyak keinginan lainnya, diantaranya pergi ke Hollywood dan kencan dengan Bradd Pitt, Mark Ruffalo, atau paling kagak dengan Adam Sandler. Tapi  sepertinya hal itu mustahil dan mustahal terjadi.

Kisah percintaanku selama ini bisalah disebut tragis, kalau tidak mau disebut mengenaskan. Gaya ku yang kata orang dibilang  tomboy sangat sulit menggaet, digaet ataupun tergaet oleh seorang cowok yang dapat membuat mata tak ingin terpejam. Yang ada malah cowok-cowok yang menyebabkan wabah sakit mata dikampusku.

 Kursi di caffe ini memanjang dan ditata seperti di tukang baso. Sehingga pandangan  semua pengunjung mengarah pada pemandangan lampu kerlap-kerlip kota dibawahnya. Karena duduk di paling sudut, ku harus memutar leher untuk melihat ke sebelah kiriku.

Mataku berhenti pada satu pasangan yang ada di sebelah kiri. Karena si perempuan duduk membelakangiku, jadi yang terlihat hanya si laki-lakinya saja. Cukup tampan, hm…….!penyakit ku kambuh. Badannya tinggi, rambutnya berponi dengan gaya mirif tao ming tse. Cukup kekar, tapi dari wajahnya ku tau kalau usianya tidak jauh dari dua puluh. Paling banter 22 lah. Matanya dalam, rahangnya lebar, kulutnya coklat, ena………k banget dipandang. Bagaikan embun yang menetes dan menyegarkan jiwa yang lagi gersang.

“ini pesanannya mbak”

terkejut tiba-tiba pelayan sudah muncul di sisi kananku.

“ya mbak, makasih”

Sambil menikmati camilan, ku memandangi hamparan lampu dari bangunan yang sangat anggun bila dilihat malam hari. Pada siang hari, bangunan-bangunan itu akan menjadi monster bisu saksi kota metropolitan. Apakah tujuan mohammad Toha menghancurkan kota Bandung untuk menjadikannya seperti ini?. Ku jadi teringat lagu Bandung Lautan Api yang dipelajarinya ketika SD.

Samar-samar terdengar pembicaraan dua muda-mudi disebelahku

“ mengapa kau mau Di?” si perempuan yang membelakangi ku berucap.

Oh jadi namanya Di,  Di? Didi, Dito? atau Ditonjok? Ah! masa bodo. Tapi tiba-tiba ku tertarik dengan pembcaraan mereka. Daun kupingnya dilebar-lebarkan untuk menangkap  apa yang mereka katakan. Memang gak penting, tapi biar gak mikirin perjodohan lagi gak papalah . Lagian belum ada undang-undang pidana yang mengatur tentang kuping mengkuping pikirku.

“itu semua kulakukan demi keluargaku Ren, terutama ibuku, kamu mengertikan keadaanku” laki-laki itu berkata tak kalah memelasnya.

Tiba-tiba…..

TUT TIT TUT TUT TIT TUT TIT TUT

Semua orang yang ada di Caffe itu pandangannya tertuju padaku. Hp Nokia keluaran jadul itu berbunyi dengan suara yang masya Allah!! sama dengan bunyi tukang es krim keliling. Kontan ku terkejut dan gugup, tanganku kelayaban  mencari dimana letak Hp ku , semua orang masih memandangiku termasuk pasangan tadi yang berhasil ku jarah pembicaraanna. ku matikan HP  nya kemudian mengangguk dan tersenyum kepada semua orang yang ada di ruangan itu. Senyum mirip nobita kalau lagi ketauan nyolong kue Dorayaki ama mamanya

Duuuuh apes!.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s